Minggu, 01 Juni 2008

DEFINISI GHAIB

DEFINISI GHAIB

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Di dalam Al Qur'an banyak sekali ayat yang memberikanketerangan masalah ghoib yaitu dikatakan bahwa hanya Allah sajalah yang tahu masalah ghoib,bahwa hanya Allahswt dan Rosul yang diridlai-Nya sajalah yang mengerti tentang ghoib (QS. Jin: 26-27).
"(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yg ghaib, maka Diatidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridlai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya".

Dalam hal ini saya akan mengambil sampel tentang bangsa Jin untuk menggambarkan definisi dari ghaib itu sendiri.Mari kita tinjau tentang bangsa Jin itu sebetulnyaghaib atau bukan.

1. Ditinjau dari bahan pembuat Jin. Jasad manusia diciptakan dari tanah sedangkan jasad Jin diciptakan oleh Allah SWT dari api. Sekarang kita lihat sifat-sifat dari api. - Apakah api itu sesuatu yang ghaib? Jawabnya tentu bukan. Api adalah sesuatu yang bukan ghaib, karena kita dapat dengan jelas melihat api tersebut dengan mata jasad kita. Lalu apa sifat dari api itu? a. Api itu tidak bisa dipegang, kita hanya bisa memegang yang menimbulkan api saja. Contoh: kita memegang obor. Tentu kita tidak dpt memegang api dari obor itu kan? Tapi kita dapat memegang obornya dan mengendalikan api itu bukan? b. Api tidak dapat dipegang tapi dapat kita rasakan. Rasa dari api adalah panas dan dapat membakar sesuatu yang ada disekitarnya.
Jadi kesimpulannya ditinjau dari bahan asalnya bangsa Jin itu adalah bukan sesuatu yang ghaib.

2. Kita tinjau dari sisi ilmu teknik/fisika. Sebuah contoh mengenai FREKUENSI SUARA yang diterima oleh telinga kita. Telinga manusia hanya mampu mendengar suara yang mempunyai frekuensi (getaran) antara 20 Hz sampai 20 kHz.

Telinga manusia tidak mampu mendengar suara yangmempunyai frekuensi diluar range tersebut(antara 20 Hz sampai 20 kHz). Misal 30 kHz,atau 10 Hz atau frekuensi radio yang mempunyai getaran sampai ratusan mega Hz. Apakah frekuensi (getaran) tersebut suara ghaib ? Jawabnya tentu BUKAN.Contoh lagi: - Sinar infra merah, sinar ini banyak digunakan untuk remote kontrol alat-alat elektronik (TV dll). Bukankah mata kita tidak dapat melihat nya ? Tapi apa dia sesuatu yang ghaib ?. Jawab nya tentu bukan. Begitu juga sinar ultra violet. - Kelelawar dapat menghasilkan suara ultrasonic dgn frekuensi diatas 20 kHz yang mana telinga manusia tidak dapat mendengarkannya.

- Jangkrik dapat mengeluarkan suara intrasonic dengan frekuensi lebih kecil atau sama dengan 20 Hz (<= 20 Hz),dimana sebagian suaranya dpt didengar oleh telinga manusia dan sebagian tdk dapat didengar oleh telinga manusia.

Sekarang mari kita bicara tentang benda:
Kita tahu bahwa setiap benda itu kalau dipecah-pecah menjadi bagian yang lebih kecil disebut MOLEKUL dan molekul ini masih dpt dilihat.
Molekul jika dipecah pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi disebut ATOM. Atom terdiri dari INTI ATOM dan ELEKTRON.

Inti atom dibagi lagi menjadi dua bagian : PROTON dan NETRON,
Proton bermuatan positif (+), netron mempunyai muatan netral dan elektron bermuatan negatif (-). Elektron ternyata hidup dan berputar mengelilingi inti atom dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik sama dengan kecepatan cahaya.

Dari teori diatas dapat diambil dua kesimpulan: a. Pada hakekatnya tidak ada benda mati (meja kursi dll) karena apa? Karena elektron selalu berputar/bergerak dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik. Siapa yang menggerakkan elektron tersebut?
b. Elektron berputar mengelilingi inti atom dengan kecepatan 300.000.000 meter/detik, dan itulah yg dapat ditangkap oleh mata kita. Mata kita hanya mampu melihat benda yang mempunyai kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya sebesar 300.000.000 m/det saja. Diluar kecepatan itu mata manusia tidak dapat melihatnya.

Konon mata anjing, kerbau, dapat melihat sesuatu benda hidup/mati yg mata manusia tidak mampu melihat benda tersebut. Dalam hal ini mata hewan tersebut mempunyai range yang lebih lebar dibanding range mata manusia, mata hewan tersebut mampu melihat benda yang kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya lebih besar atau lebih kecil dari 300.000.000 meter/detik (mungkin 250.000.000 m/det sampai 400.000.000 m/det)

Sebuah contoh: - Peluru yang ditembakkan oleh seorang tentara, dengan kecepatan yang sangat tinggi peluru tersebut melesat. Mampukah mata kita melihat peluru tersebut? Tentu tidak. Apakah peluru itu sesuatu yang ghaib? Tentu bukan. - Mampukah mata kita melihat pertumbuhan sebuah pohon atau tanaman yang sangat pelan sekali kecepatan tumbuh per detiknya? Tentu tidak.

Lantas apakah ada benda yang mempunyai kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya diatas 300.000.000 m/det atau dibawah 300.000.000 m/det? Jawabnya ada.Alam tersebut paralel dengan dunia kita, dunia manusia. Apakah alam lain tersebut ghaib? Jawabnya BUKAN.
Alam lain tersebut mempunyai benda yang kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya diatas 300.000.000 m/det atau dibawah 300.000.000 m/det. Mata jasad manusiatidak dapat melihatnya. Tapi dia bukan ghaib. Mungkin suatu saat nanti dengan adanya kemajuan teknologi yang sangat canggih manusia dapat berkomunikasi dengan alam lain tersebut.

Jadi dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa BANGSAJIN ITU adalah BUKAN SESUATU YANG GHAIB. Perbedaannyadengan alam manusia hanya pada kecepatan elektron mengelilingi inti atomnya saja.

Kemungkinan besar kecepatan elektron mengelilingi inti atom di alam Jin lebih tinggi dibanding dengan kecepatan elektron mengelilingi inti atom di alam manusia sehingga mata jasad manusia tidak mampu melihatnya/menangkapnya.

Harapan saya mudah-mudahan dengan contoh-contoh danpenjelasan yang diuraikan diatas dapat diterima oleh pembaca dan sekaligus:
* Dapat menghilangkan perbedaan pendapat antar sesama orang Islam mengenai sesuatu yang selama ini dianggap ghaib.
Dengan tulisan ini bukan maksud saya mengajak pembaca sekalian untuk bersekutu dengan bangsa Jin (apalagi bersekutu dengan syetan dari golongan bangsa Jin)melainkan hanya sekedar menambah wawasan pembaca saja tidak lebih dari itu.

Sebetulnya definisi Ghaib yg sebenarnya telah diterangkan di dalam Al Qur'an Surat An Naml ayat 65-66 yang artinya:
" Katakanlah : Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta dari padanya. "
(Q.S. An-Naml : 65-66)
Jadi definisi ghaib yang sebenarnya adalah DZAT ALLAH sendiri.
WaAllahu 'alam bissowab (Hanya Allah yang Maha Tahu akan kebenarannya)

10 komentar:

Anonim mengatakan...

Ass,
Terimakasih atas tulisan anda.
Saya sependapat bahwa ghaib ini jangan hanya dipandang dari satu sisi yaitu kemampuan tubuh manusia (alat indra) untuk mendeteksinya.
Ghaib lebih luas artinya dan salahsatunya yaitu alat indra atau alat buatan manusia tidak mampu mendeteksinya pada saat ini.
Ketidak mampuan ini mungkin juga dalam hal memprediksi apa yang akan terjadi dikemudian hari dengan alat yang ada pada tubuh atau alat yang dibuat manusia( saat ini manusia sudah dapat memprediksi adanya hujan, badai,gerhana dsb sehingga hal tersebut bukan yang ghaib).
Kalau kita mempelajari kisah Nabi Hidir a.s waktu mengajari Nabi Musa a.s dimana Nabi Hidir ini mengetahui apa yang akan terjadi dikemudian hari apakah ini termasuk suatu yang ghaib?, kemudian peristiwa Isra dan Miraj dar junjunan kita Nabi Muhammad s.a.w dan juga banyak kisah-kisah lainnya yang penuh dengan hal yang ghaib. Hal tersebut hanyalah dapat diterima oleh orang yang beriman dan menegakkan shalat serta menginfakkan sebagian hartanya (Al Baqarah ;3)
Terima kasih, saya hanya sedikit menabah tentang ghaib.
Wass.

Gus Mus mengatakan...

Terimakasih komentarnya.

Tulisan ini memang sengaja untuk menjelaskan kpd orang2 yg suka menyalahkan bila ada seseorang bisa melihat hal2 yg tidak bisa ditangkap oleh panca indra biasa.

Salam

Anonim mengatakan...

subhaanallah..allahu akbar..andai saja 25% muslim dunia memiliki pengetahuan spt ini..allah a'lam bimurodihi..wa jazakallah khoirol jazaa..

Gus Mus mengatakan...

@Anonim, Umat muslim sedunia harus menguasai teknologi ilmu pengetahuan dan teknologi ilmu spiritual, terimakasih atas kunjungan n komentarnya.

Wong Bodo mengatakan...

Assalamu'alaikumww,
saya izin copy paste ya Pak, saya pasang di status saya face book : thopan2004@yahoo.com

artikel nya hebat.
terima kasih

Gus Mus mengatakan...

Wa alaikum salam wr.wb. Silahkan Pak (thopan2004@yahoo.com)
Terima kasih kembali.

adil muhammadisa mengatakan...

Cara anda menjelaskan sangat bagus. satu saat barangkali ada penggalan posting anda yang saya kutip di http://wiseislam.blogspot.com

terus menulis good luck

Gus Mus mengatakan...

Silahkan sdr. Adil Muhammadisa, asalkan dicantumkan sumber aslinya.
Good luck kembali.

Salam kenal

Imam Suherlan mengatakan...

Saudara AM(agus Mustofa)secara ilmiah boleh2 sahaja meahami goib itu dgn teori Atom (setan=Api.Mlaikat=cahaya)kemudian di simpulkan bahwa semua yg terdeteksi adalh tidak goib,yg artinya goib itu adalah RELATIVE.Hanya saudar AM lupa semua unsur kegaiban tidak bisa di an ilmiahkan,Kebetulan conth di atas sebatas API dan cahaya,Bagaimana beliau merumuskan Jodoh,rejeki,umur dsb

Gus Mus mengatakan...

Pak Imam, silahkan baca tulisan saya tentang "ghuyub dan ghaib" di http://agus-mustofa.blogspot.com/2008/02/ghuyub-dan-ghaib.html